Selasa, 03 Februari 2009

Rahmatan lil 'Alamin


Memang betul sih, ngomong tuh gampang. Tapi melakukan apa yang di omongin belom tentu bisa. bukankah hal2 yang mudah untuk dilakukan adalah ngomong, dengar sama ngeliat. Mudah sekali tapi belum tentu kita bisa melakukan apa yang kita dengar atw apa yang kita liat, apalagi yg kita omongin. Terutama kalo itu menyangkut perilaku hidup sehari2. setelah saya seumur sekarang ini terasa betapa saya di bodohi waktu sekolah, pelajaran PMP waktu itu masih ada, tapi contoh/teladan yang bisa di jadikan tempat untuk magang kok susah di cari getooooh...., tertulis disitu tenggang rasa, tolong menolong, gotong royong, musyawarah untuk mufakat dan segudang kata2 manis untuk diucapkan lah pokok nya. Apakah mata kita bisa bohong atas apa yang dilihat nya? apakah telinga kita bisa berbohong atas apa yang didengarnya? kembalikan ke hati nurani kita sendiri. bila kita mulai berani menyangkal hati nurani kita sendiri berarti kita membuang satu asas untuk menjadi manusia. HAHHHHHHHHHHHHHHH.....
Kira2 senang ndak ngeliat seseorang yang sedang berdiri di hadapan kita sekarang yang udah kita kenal selama 2 tahun, punya perangai yang baik,pinter,taat agamanya,sopan santun tutur katanya,cakep,orang yang mampu,jujur,amanah, wahhhhhhhh hampir perfect neh kayak nya..., tapi memang benar benar ada lho...
Nah... klo senang kira kira bisa ndak buat diri kita kayak gitu, klo memang sayang dengan sendiri. segala sesuatu butuh proses, proses butuh waktu. Artinya tidak serta merta kita dalam sekedipan mata langsung berubah kayak power rangers itu, mulai pelan pelan aja, slowly but sure atw klo mau learning by doing juga bisa, dapatkan pemahaman nya dengan benar dan perlahan, sehinggalah apa yang kita senangi tadi bisa kita jadikan pakaian sehari hari kita dalam berinteraksi dengan alam semesta, terutama MANUSIA.
Konsep nya sederahana dan pesannya juga singkat, jadi jangan kita buat berbelit belit dan sulit, semata mata untuk omong besar dan membodohi orang awam. Rahmatan lil 'alamin itu ialah kita bukanlah ancaman bagi manusia atw mahluk lainnya, baik besar maupun kecil, ialah hadirnya kita di tengah alam semesta apalagi diantara manusia memberikan kenyamanan bagi mereka, tidak resek sana sini, ember sana sini, ngutil sana sini, kata kata kasar, tapi memberikan manfaat bagi manusia dan lingkungan nya, bisa dengan pemikiran,moral,tenaga,waktu,materi, dan apa yang bisa di berikan. Ialah perintah dari ALLAH SWT untuk bijak menggunakan segala sesuatu yang telah di berikan NYA, alias di suruh dewasa dalam segala hal. Klo punya ilmu, ilmuya bermanfaat bagi orang lain, bijak dalam menggunakan ilmu, tidak semena mena dengan ilmu yang telah diberikan. klo punya banyak uang, uang nya juga bermanfaat bagi orang lain di sekitarnya, tidak semau maunya sendiri, bijak dalam menggunakan uang yg notabene adalah rejeki yang ALLAH SWT berikan. Klo dengan waktu, waktu nya juga diluangkan buat orang lain, bijak dalam menggunakan waktu, tidak semena mena menggunakan waktunya. Klo punya tenaga, tenaga nya juga bermanfaat, bijak dalam menggunakan tenaga, tidak semena mena. and so on...
Klo cuma dibaca tapi ndak dilakukan atw minimal mencoba melakukan, kita tak akan tau bagaimana manis nya hal yang satu ini. Perlahan lahan kita akan tumbuh dan berkembang seperti cahaya yang semakin terang, menerangi sekitar kita tentunya. dan kalo udah merasakan manis nya, saya yakin pasti kecanduan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar